Minggu, 30 Januari 2011

Habibie, Toreh Sejarah Baru Rapat Dengar Pendapat di DPR

Habibie, Toreh Sejarah Baru Rapat Dengar Pendapat di DPR

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA-Mantan Presiden BJ Habibie membuat sejarah sebagai mantan presiden pertama yang hadir dalam rapat komisi-komisi di DPR. Habibie hadir dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi I DPR pada Senin (31/1).
Rapat tersebut membahas soal pengembangan dan pemanfaatan industri strategis untuk pertahanan. Habibie tiba di gedung DPR pada pukul 10.15 WIB.
Habibie datang bersama beberapa stafnya, termasuk putranya Ilham Habibie. Mereka disambut oleh Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso dan Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq. Setelah membuka rapat, Mahfudz mengatakan, "Hari ini merupakan hari yang membahagiakan kita semua, mungkin dalam sejarah komisi-komisi di DPR RI baru pertama kali mantan presiden bisa hadir di rapat komisi," kata Mahfudz.
Sebelum Mahfudz membuka rapat, pimpinan DPR Priyo Budi Santoso memberikan kata pengantar. Menurut Priyo, rapat komisi jarang dihadiri oleh pimpinan DPR. Namun, kali ini Priyo memberikan kata pengantar sebelum rapat komisi karena kehadiran Habibie. Priyo mengatakan, Habibie merupakan tokoh nasional dan Bapak Bangsa, sehingga kehadirannya bisa membawa manfaat bagi DPR.

Sidang Ariel Peterpan

Sebelum Sidang Vonis, Ariel Dipeluk Luna

Sebelum Sidang Vonis, Ariel Dipeluk Luna
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Luna Maya, artis yang juga kekasih terdakwa perkara video porno, Nazriel Irham atau Ariel Peterpan, tampak hadir memberikan dukungan berupa pelukan terhadap sang kekasih di sel tahanan sementara Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Senin (31/1).
Luna Maya yang mengenakan kaos berwarna putih dan kaca mata hitam, memeluk erat bahu sang kekasih saat hendak meninggalkan sel tahanan sementara. Ia ditemani oleh Camelia Malik, Ahmad Albar dan Imel.
Luna Maya keluar sel tahanan sementara sekitar pukul 07.45 WIB dan langsung dicegat para wartawan, Namun seperti biasa Luna enggan diwawancara.

Jumat, 28 Januari 2011

Pengolahan Air dan Sanitasi

TEKNOLOGI TEPAT GUNA
Mentri Negara Riset dan Teknologi
TTG - PENGELOLAAN AIR DAN SANITASI
PENGELOLAAN SAMPAH
  1. PENDAHULUAN
    Limbah rumah tangga adalah limbah yang berasal dari dapur, kamar mandi, cucian, limbah bekas industri rumah tangga dan kotoranmanusia. Limbah merupakan buangan/bekas yang berbentuk cair, gas dan padat. Dalam air limbah terdapat bahan kimia sukar untuk dihilangkan dan berbahaya. Bahan kimia tersebut dapat memberi kehidupan bagi kuman-kuman penyebab penyakit disentri, tipus, kolera dsb. Air limbah tersebut harus diolah agar tidak mencemari dan tidak membahayakan kesehatan lingkungan. Air limbah harus dikelola untuk mengurangi pencemaran.
    Pengelolaan air limbah dapat dilakukan dengan membuat saluran air kotor dan bak peresapan dengan memperhatikan ketentuan sebagai berikut ;
    1. Tidak mencemari sumber air minum yang ada di daerah sekitarnya baik air dipermukaan tanah maupun air di bawah permukaan tanah.
    2. Tidak mengotori permukaan tanah.
    3. Menghindari tersebarnya cacing tambang pada permukaan tanah.
    4. Mencegah berkembang biaknya lalat dan serangga lain.
    5. Tidak menimbulkan bau yang mengganggu.
    6. Konstruksi agar dibuat secara sederhana dengan bahan yang mudah didapat dan murah.
    7. Jarak minimal antara sumber air dengan bak resapan 10 m.
    Pengelolaan yang paling sederhana ialah pengelolaan dengan menggunakan pasir dan benda-benda terapung melalui bak penangkap pasir dan saringan. Benda yang melayang dapat dihilangkan oleh bak pengendap yang dibuat khusus untuk menghilangkan minyak dan lemak. Lumpur dari bak pengendap pertama dibuat stabil dalam bak pembusukan lumpur, di mana lumpur menjadi semakin pekat dan stabil, kemudian dikeringkan dan dibuang. Pengelolaan sekunder dibuat untuk menghilangkan zat organik melalui oksidasi dengan menggunakan saringan khusus. Pengelolaan secara tersier hanya untuk membersihkan saja. Cara pengelolaan yang digunakan tergantung keadaan setempat, seperti sinar matahari, suhu yang tinggi di daerah tropis yang dapat dimanfaatkan.
    Berikut ini adalah pengelolaan limbah rumah tangga untuk limbah cair, padat dan gas.

    1. Pengelolaan air limbah kakus I.
    2. Pengelolaan air limbah kakus II.
    3. Pengelolaan air limbah cucian.
    4. Pembuatan saluran bekas mandi dan cuci
    5. Pengelolaan sampah
    6. Pengelolaan limbah industri rumah tangga.
    7. Pengelolaan air limbah rumah tangga I
    8. Pengelolaan air limbah rumah tangga II
    9. Pengelolaan air limbah
  2. URAIAN SINGKAT
    Bak sampah dapat dipakai untuk membuang kotoran seperti daun, plastik, kertas. Pembakaran kotoran dari sampah untuk bak yang dibuat dari kayu diambil dahulu lalu dibakar di tempat. Sampah kompleks perumahan biasanya diambil dengan gerobak sampah/truk sampah dan dibuang ke tempat lain.
  3. BAHAN
    1. Bak batu bata
    2. Bak dari kayu
    3. Tutup bisa dari seng/kayu
    4. Batu bata
    5. Pasir
    6. Semen
    7. Paku
    8. Lem
  4. PERALATAN
    1. Gergaji
    2. Cetok
    3. Pukul besi (Palu)
    4. Parang
    5. Skop
    6. Pasak
  5. PEMBUATAN
    Dibuat bak, bisa dari kayu bekas/batu bata atau bisa juga dari porselin. Bak dari kayu lebih sederhana tetapi kotoran tidak dapat dibakar, karena bak akan terbakar. Bak yang dari batubata, kotorannya bisa dibakar. Agar supaya kayu bawah tidak terkena rayap dapat dibuatkan kaki. Begitu pula pada bak batu bata, agar mudah memindahkan bak. Cara pembuatan bak ini dapat dilihat pada Gambar di bawah ini.
     
    Gambar 1. Bak Sampah
  6. PENGGUNAAN
    Untuk membuang kotoan sampah seperti kertas, daun, dsb
  7. PEMELIHARAAN
    1. Bak kayu perlu di cat
    2. Setelah penuh diambil terus dibakar
    3. Jangan membuang yang berbau busuk seperti bangkai, dsb.
  8. KEUNTUNGAN
    Kayu mudah didapatkan dan dapat juga dari kayu bekas dan lebih praktis biayanya tidak mahal. Untuk bak batu bata juga praktis langsung dapat dibakar
    di tempat.
  9. KERUGIAN
    Untuk bak dari kayu cepat rusak karena kena air hujan, panas. Untuk bak batu bata apabila dibakar dapat mengganggu lingkungan sekitarnya karena
    asapnya.
    Catatan lain-lain :
    Perlu seringkali dikontrol apa ada yang rusak atau tidak.
  10. DAFTAR PUSTAKA
    Pembuatan Bak Sampah. Jakarta : Direktorat Perummahan, Ditjen Cipta Karya-Departemen Pekerjaan Umum.
  11. INFORMASI LEBIH LANJUT
    1. Pusat Penelitian dan Pengembangan Fisika Terapan – LIPI; Jl. Cisitu Sangkuriang No. 1 – Bandung 40134 - INDONESIA; Tel.+62 22 250 3052, 250 4826, 250 4832, 250 4833; Fax. +62 22 250 3050
    2. Pusat Informasi Wanita dalam Pembangunan PDII-LIPI; Sasana Widya Sarwono, Jl. Jend. Gatot Subroto 10 Jakarta 12710, INDONESIA.
Sumber : Buku Panduan Air dan Sanitasi, Pusat Informasi Wanita dalam Pembangunan PDII-LIPI bekerjasama dengan Swiss Development Cooperation, Jakarta, 1991.

Rabu, 26 Januari 2011

job vacancy

Saturday, January 8, 2011

chevron

Headquartered in San Ramon, California USA and conducting business in 180 countries. Chevron is engaged in every aspect of the oil and natural gas industry, including exploration and production, refining, marketing and transportation, chemicals manufacturing and sales, and power generation.

In Indonesia, Chevron is working in partnership with BPMIGAS (Executive Agency for Upstream Oil and Gas Business Activities) for its exploration & production business and Pertamina for the geothermal and power business and has long been recognized as significant oil and gas producer and geothermal and power provider

Why work with Chevron?

* Global Scope of operations promotes global careers
* Competitive total remuneration program : pay, bonus program and flexible benefits
* 125 years of history yet strong future growth
* State of the art technology
* World class experts
* Large queque of exciting projects
* Reputation for solid busines results
* Strong ethics
* Diversity is a core value

To sustain profitable growth and build the organizational capability, Chevron in Indonesia is now searching for experienced Indonesian nationals who posses relevant educational background, technical, and behavior competencies to join the company in the following opportunities :


Drilling & Completion Engineer (DC-EXP/DW-JKT) Jakarta
Qualification :

* Minimum S1 Degree Petroleum Engineer, Mechanical Engineer or Chemical Engineer (S2/Master Degree will be an advantage), GPA min. 2,75
* Have relevant experiences or significant involvement in the supervision or planning development of drilling & completion rig operations. Minimum 7 years experience in Offshore drilling and completions operations are required, and deepwater advatageous.
* Has a broad level of technical and/or operational proficiency demonstrated from experience and work assignments in multiple operational areas. Has a good understanding of and uses knowledge of related disciplines. Must have understnading of well control. Well developed project management skills . Skilled in application of Value Based Well Objectives and life cycle designs.
* Proceeds on own initiative and judgment. Receives little direct guidance and/or assistance on projects to which assigned including those deemed very difficult and/or complex in nature. Completed work on critical items is reviewed for attainment of objectives.
* Familiar with procurement process of supplies and services needed to support drilling programs. Must be able to manage drilling and completion related contracts from conception through operations and review with focus on continous improvement.
* Strongly proactive in most areas of expertise. Active in look backs, lessons learnt, and Best Practice shares. Offers ideas for solutions to more complex problems. Clearly communicates and represents D&C positions to multi-functional teams.
* Diligently direct and analyze results of job assignments using both internal and external metics, familiar with investigate job effectiveness. Considers the total cost of ownership rather than cheapest price.
* Demonstrate financial acumen, capital stewardship, differentiate performance, reward, recognize, and uses consequences.
* Provide work direction and serve as a mentor to less experienced engineers, DSM/WSM’s, and technologists. Capable of providing formal technical engineering in particular area of expertise.

Drilling & Completion Engineer (DC-EXP/KLO-BPN) Balikpapan, Kaltim
Responsibilities :

* Responsible for preparing drilling programs, well designs, directional planning, cost estimates, cost control, performance monitoring, continuous improvement, RUMS and MOC process, and contractor management program among others.
* Keeping abreast of emerging new Technologies and bringing them forth for incorporation into drilling design and operations is also a key component of this job.
* Works with shelf asset teams to optimize the drilling design and practices.
* Works with respective third party service contractors as appropriate to achieve drilling design goals.

Qualification :

* Min S1 Degree in Petroleum Engineering, Mechanical Engineering, Chemical Engineering, Electrical Engineering or Mining Engineering, with min GPA 2,75
* Minimum 6 years experiences in Drilling Engineering and Completion.
* Has good understanding of the drilling practices and design such as directional well planning, well control, hydraulics, solids control, and drilling fluids.
* Capable of developing procedures i.e. directional, primary cementing, casing design, and wellheads.
* Good communication skills and some experience of completion/workover operations is a must.
* Capable and have experienced using of Drilling Engineering Aplication Software is a plus.

Operations Assurance Representative (OPS-EXP/SLO-DRI) Duri - Riau
Qualification :

* Minimal S1 degree in Mechanical Engineering, Chemical Engineering or Electrical Engineering (S2/Master degree will be an advantage) with min. GPA 2,75
* Technical Proficiency related to education background and current/previous experiences:
1. Fluent with PFD, P&ID, and process control.
2. Capable in materials and energy balances calculation.
3. Familiar with process equipment design (piping, pump, vessel, tank, heat exchangers, etc.).
4. Experienced and fluent with process simulation and tools (Hysys and Pipephase).
5. Familiar with the engineering design related ASME, API, and ANSI codes and standards.
6. Has experience and understand in project management.
* Team player and relationship builder for personal results, personal and unit’s benefit
* Strong communications skills – orally and writing including presentation skills
* Computer literacy (Office applications)
* Proactive in taking initiative to prevent and resolve issues
* Good understanding of health, safety, and environmental laws and regulations
* At least 5 years experience in Oil and Gas Industry

Construction Representative (FE-EXP/SLO-DRI)
Responsibilities :
Coordinate the execution of engineering construction projects, inspections, Oil and Gas Facilities repairs, controlling field work execution, resources (people, equipment, tools and materials), cost and schedule, ensuring safety and quality of work and reporting

Qualification :

* Min. D3 in Mechanical Engineering, Electrical Engineering, Civil Engineering or Structural Engineering, with GPA min. 2,75
* Experience in oil and Gas Production Operations and surface facilities
* Have knowledge of process flow diagram, construction practices for oil and gas projects, capable to conduct independent verification with minimal guidance and ensure the compliance to construction procedures and guidelines.
* Strong communications skill
* Computer literacy
* Good understanding of health, safety, and environmental laws and regulations
* At least 4 years experience in Oil and Gas Industry

Technician Mechanical (OPS-EXP/SLO-DRI)
Qualification :

* Min. D3 in Mechanical Engineering, Energy Conversion, Metalurgy, with GPA min. 2,75
* Minimum 5 years in mechanical technician of oil and gas company
* Technical Proficiency related to education background and current / previous experiences:
1. Able to comprehend P&ID.
2. Familiar with safe work requirements in facilities related to flammable substance.
3. Familiar with and skillful in required work process, procedures and safety precautions of centrifugal pump and centrifugal pumps maintenance and repair
4. Familiar with parts and components of centrifugal and PD pumps, and skillful in spare part / material planning and management
5. Familiar with ANSI requirements of piping system connected to pumps
* Team player and relationship builder for personal results, personal and unit’s benefit
* Have good English and strong communications skills – both written and spoken
* Computer literacy (Ms-Office applications)
* Proactive and effective hard-work behavior in taking initiative to prevent and resolve issues
* Fully commit and comply with health, safety, and environmental laws and regulations
* Demonstrating integrity, diversity awareness and open-mind behaviors

For more information and how to apply, Please directly go into our website at click here:

10 makanan penggemuk badan

10 Makanan yang Buat GEMUIK
VIVAnews - Banyak orang menganggap, konsumsi junk food sebagai penyebab terbesar kegemukan. Namun tahukah Anda, makanan sehat yang sering disantap pun dapat membuat pinggang melar.
Bagi yang sedang menjalani diet, mulai sekarang perhatikan makanan Anda agar diet yang dijalani tidak sia-sia. Berikut daftar makanan menyehatkan yang dapat membuat bobot tubuh melambung.
1. Sushi
Hati-hati buat penggila sushi. Sayuran dan rumput laut memang tercatat sebagai makanan rendah kalori, namun campuran krim keju atau mayonnaise, seafood membuat satu roll sushi memiliki kadar sekitar 500-600 kalori.
Kecap yang sering kita makan bersama dengan sushi pun dapat membuat bobot bertambah, karena kandungan sodiumnya membuat Anda ingin terus minum dan makan.
2. Buah yang dikeringkan
Buah yang dikeringkan ternyata memiliki kalori lebih banyak dibandingkan buah segar. Hal ini dikarenakan buar-buahan yang dikeringkan telah mengalami proses pengeringan yang menjadikannya lebih padat.
Contohnya, anggur segar memiliki 60 kalori per gelas, sedangkan kismis memiliki 460 kalori. Perlu Anda tahu, tak sedikit juga buah kering yang menggunakan gula tambahan sehingga jumlah kalorinya bisa lebih tinggi.
3. Granola
Menu sarapan sehat yang terdiri dari kacang dan gandum ini ternyata memiliki kalori sebesar 500 per mangkoknya. Heran? Ternyata penggunaan minyak yang membuatnya renyah membuat makanan ini memiliki jumlah kalori tinggi. Lebih baik memilih sereal lain dengan nutrisi yang sama namun sedikit minyak dan sugar.
4. Kopi susu
Biasanya Anda akan mencampurkan susu pada kopi hitam. Namun, ternyata hal ini adalah cara yang salah untuk mendapatkan kalsium. Jika  meminum 2-3 cangkir kopi susu per hari maka Anda akan mendapatkan 200 kalori atau lebih sama seperti mendapatkan kalori dari potongan besar butter yang berlemak tinggi.
5. Teh dalam kemasan
Banyak teh kemasan memakai gula atau madu sebagai pemanis. Satu botol teh ternyata memiliki hampir 200 kalori sama dengan satu botol soda.
6. Rengginang
Jika memakan rengginang, pasti Anda tidak akan bisa berhenti sampai habis. Makanan ini sebenarnya rendah lemak dan kalori, namun kandungan serat dan proteinnya sangat rendah. Bahkan keinginan untuk memakannya terus menerus yang menyebabkan substansi-subtansinya meningkat dalam tubuh Anda.
7. Burger sayuran
Tentu tidak memakai daging sapi pada burger memang dapat mengurangi kalori. Namun, tanpa daging pun Anda bisa mendapatkan 1000 kalori dari satu burger karena keju, bentuk roti yang besar, saus, dan mayonaise yang membuatnya memiliki kadar kalori tinggi.
8. Jus buah
Siapa menyangka jus buah dapat membuat tubuh gemuk? Ternyata segelas jus kemasan bercitarasa jeruk atau apel memiliki 55 gram karbohidrat sama dengan satu potong roti. Dan kebanyakan jus yang beredar di pasaran mengandung sampai 12 sendok gula penuh.
9. Salad
Tidak ada yang lebih baik daripada sayuran yang tidak dicampur bumbu apapun. Penambahan keju, kacang, saus salad membuatnya kaya akan kalori bahkan lebih tinggi dari pasta.
10. Tahu
Anda akan mendapatkan sodium, kalori, lemak jenuh, dan bahkan gula dalam hidangan tahu. Namun, tahu bukan makanan yang akan membuat gemuk, namun cara mengolahnya yang bisa membuat kandungan kalori dalam makanan berbahan tahu menjadi tinggi.

Bagian dan cara kerja PLTU

Bagian dan Cara Kerja PLTU

1. Boiler/Ketel Uap

PLTU Paiton, Jawa Timur
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) terdiri dari beberapa system utama, yaitu :
1. Turbine & Generator 4. Ash Handling System
2. Boiler (Steam Generator) 5. Flue Gas System
3. Coal Handling System 6. Balance of Plant
Turbine & generator bisa dibilang sebagai the heart of the plant, karena dari bagian inilah energi listrik dihasilkan. Generator yang berputar dengan kecepatan tetap, menghasilkan energi listrik yang disalurkan ke jaringan interkoneksi dan selanjutnya didistribusikan ke konsumen.
Steam turbine (turbin uap) yang berfungsi untuk memutar generator, terdiri dari HP (high-pressure) turbine, IP (intermediate-pressure) turbine dan LP (low-pressure) turbine. Turbine & generator memiliki beberapa peralatan pendukung, yaitu lubricating oil system dan generator cooling system.
Boiler (steam generator) berfungsi untuk mengubah air menjadi uap. Uap bertekanan sangat tinggi yang dihasilkan boiler dipergunakan untuk memutar turbine. Boiler terbagi menjadi beberapa sub system, yaitu :
    - Boiler house steel structure
    - Pressure parts
    - Coal system
    - Air system
    - Boiler cleaning system

Boiler (Steam Generator)
Sesuai dengan namanya, boiler house steel structure adalah bangunan struktur rangka baja, di mana di dalamnya terpasang semua peralatan steam generator. Bangunan rangka baja ini tingginya antara 50 m (PLTU kapasitas 65 MW) hingga 100 m (PLTU kapasitas 600 MW).
Pressure part system adalah bagian utama dari steam generator. Bagian inilah yang berfungsi untuk mengubah air menjadi uap bertekanan tinggi (superheated steam) dengan temperatur antara 500 - 600 derajat C.
Air yang disuplai ke boiler, pertama kali masuk ke economizer inlet header, terus didistribusikan ke economizer elements, berkumpul kembali di eco outlet header lalu disalurkan ke steam drum. Economizer terletak di dalam backpass area (di bagian belakang boiler house), sementara steam drum ada di bagian depan roof area.
Dinamakan economizer karena bagian ini berfungsi untuk menaikkan temperatur air yang baru masuk boiler dengan cara memanfaatkan gas buang dari pembakaran batu bara di furnace area (combustion chamber). Dengan pemanasan awal di economizer ini effisiensi ketel uap dapat ditingkatkan.
Akibat pemanasan secara konveksi di daerah furnace dan karena gaya gravitasi, air di dalam steam drum air mengalami sirkulasi turun ke water wall lower header melalui pipa downcomers. Dari waterwall lower header air kembali mengalami sirkulasi karena panas, naik menuju water wall upper header melalui tube-tube water wall panel. Kemudian dari waterwall upper header air dikembalikan ke steam drum melalui riser pipes.
Jadi akibat panas pembakaran batu bara air mengalami sirkulasi terus menerus. Sirkulasi ini menyebabkan air di water wall panel & steam drum sebagian berubah menjadi uap.
Pada PLTU berkapasitas besar, sirkulasi tersebut dibantu oleh Boiler water Circulating Pump yang terpasang pada pipa downcomers bagian bawah. Sirkulasi yang lebih cepat akan menyebabkan kecepatan perubahan air menjadi uap juga lebih besar.
Di dalam steam drum terdapat separator yang berfungsi untuk memisahkan uap dari air. Uap yang sudah dipisahkan tersebut, dari steam drum disalurkan ke roof steam inlet header yang terhubung ke boiler roof panel. Boiler roof panel ini yang membawa uap ke belakang menuju backpass panel.
dari backpass panel, uap disalurkan ke Low Temperature Superheater (LTS) yang ada di dalam backpass area, di atas economizer elements. dari LTS uap disalurkan ke Intermediate Temperature Superheaters (ITS). Selanjutnya melalui pipa superheater-desuperheater, uap dibawa ke High Temperature Superheater (HTS) elements untuk menjalani proses pemanasan terakhir menjadi superheated steam.
ITS dan HTS elements lokasinya berada di dalam furnace (ruang pembakaran batu bara) bagian atas. Beberapa boiler manufacturers memberikan nama yang berbeda kepada LT, IT dan HT superheater.
Dari High Temperature Superheater outlet header, superheated steam dengan temperature 500-600 derajat C dan tekanan sangat tinggi disalurkan ke steam turbine melalui pipa main steam.
Pada PLTU berkapasitas kecil, uap tersebut masuk ke High Pressure Turbine, terus ke Low Pressure Turbine dan keluar menuju condenser. Sedangkan pada PLTU berkapasitas besar, setelah memutar HP turbine uap tersebut dibawa kembali ke boiler melalui pipa cold reheat.
Di dalam boiler uap tersebut mengalami pemanasan kembali di dalam Reheater elements. Reheater elements ini biasanya terletak di antara furnace area dan backpass area.
Setelah mengalami pemanasan kembali, reheated steam disalurkan ke Intermediate Pressure Turbine melalui pipa Hot Reheat. Setelah memutar Intermediate dan Low Pressure Turbine, baru uap keluar ke condenser.

2.Sistem Pembakaran, Aliran Udara dan Gas Buang


Pembakaran pulverized-coal dengan tangential burners yang dipasang pada empat sudut combustion chamber
Coal & combustion system dalam PLTU terdiri dari coal silo, coal feeder, pulverizer, coal pipes dan combustion burner. Dari coal storage batu bara diangkut dengan belt conveyor menuju boiler house dan disimpan di dalam coal silo. Dalam bangunan PLTU, coal silo lokasinya ada di antara boiler house dan Turbine-Generator building.
Untuk menghasilkan pembakaran yang efisien, batu bara yang masuk ruang pembakaran harus digiling terlebih dahulu hingga berbentuk serbuk (pulverized coal). Penggilingan batu bara menjadi serbuk dilakukan pulverizer yang dikenal juga dengan nama bowl-mill. Disebut demikian karena di dalamnya terdapat mangkuk (bowl) tempat batu bara ditumbuk dengan grinder.
Pemasukan batu bara dari coal silo ke pulverizer diatur dengan coal feeder, sehingga jumlah batu bara yang masuk ke pulverizer bisa diatur dari control room.
Batubara yang sudah digiling menjadi serbuk ditiup dengan udara panas (primary air) dari pulverizer menuju combustion burner melalui pipa-pipa coal piping.
Pada saat start-up, pembakaran tidak langsung dilakukan dengan batu bara, tetapi mempergunakan bahan bakar minyak. Baru setelah beban mencapai 10%-15% batu bara pelan-pelan mulai masuk menggantikan minyak. Maka selain coal piping, burner juga terhubung dengan oil pipe, atomizing air dan scavanging air pipe yang berfungsi untuk mensuplai BBM.
Agar pembakaran dalam combustion chamber berlangsung dengan baik perlu didukung dengan sistem suplai udara dan sitem pembuangan gas sisa pembakaran yang baik. Tugas ini dilakukan oleh Air and Flue Gas System.
Air and Flue Gas System terdiri dari Primary Air (PA) Fans, Forced Draft (FD) Fans, Induced Draft (ID) Fans, Air Heater, Primary Air Ducts, Secondary Air Ducts dan Flue Gas Ducts.
Udara yang akan disuplai ke ruang pembakaran dipanaskan terlebih dahulu agar tercapai efisiensi pembakaran yang baik. Pemanasan tersebut dilakukan oleh Air Heater dengan cara konduksi dengan memanfaatkan panas dari gas buang sisa pembakaran di dalam furnace.
Ada 2 type Air Heater yang banyak dipakai di PLTU. Yang pertama air heater type tubular, banyak dipakai di PLTU yang berkapasitas kecil. Sedangkan air heater type rotary lebih dipilih untuk PLTU kapasitas besar.
Primary Air Fans berfungsi untuk menghasilkan primary air yang diperlukan untuk mendorong batu bara serbuk dari pulverizer ke burner. Forced Draft Fans berfungsi untuk menghasilkan secondary air untuk mensuplai udara ke ruang pembakaran. Sedangkan Induced Draft Fans berfungsi untuk menyedot gas sisa pembakaran dari combustion chamber untuk dikeluarkan ke cerobong asap.



Primary & Secondary Air Duct system (warna biru)
Flue Gas system adalah bagian yang sangat penting untuk menjaga agar PLTU tidak menyebabkan polusi berlebihan kepada lingkungan. Bagian dari flue gas system yang umum terdapat di semua PLTU adalah Electrostatic Precipitator (EP).
Electrostatic Precipitator adalah alat penangkap debu batu bara. Sebelum dilepas ke udara bebas, gas buang sisa pembakaran batu bara terlebih dahulu melewati electrostatic precipitator untuk dikurangi semaksimal mungkin kandungan debunya. Bagian utama dari EP ini adalah housing (casing), internal parts yang terdiri dari discharge electrode, collecting plates dan hammering system, dan ash hoppers yang terletak di bagian bawah untuk menampung abu.
Pada beberapa PLTU modern ada lagi satu peralatan pengendali polusi yang terpasang antara EP dan cerobong asap. Alat tersebut adalah Flue Gas Desulphurization (FGD) plant. Sesuai dengan namanya FGD berfungsi untuk mengurangi kadar sulphur dari gas buang. Kadar sulphur yang tinggi dikhawatirkan bisa menyebabkan terjadinya hujan asam yang berbahaya bagi lingkungan.
Bagian terakhir dari flue gas system adalah stack/chimney/cerobong asap yang berfungsi untuk membuang gas sisa pembakaran.

3.Condenser, Feedwater, Watertreatment dan Cooling Tower



Pembakaran batu bara di dalam furnace meninggalkan sisa berupa abu batu bara. Abu tersebut menempel pada elemen-elemen superheater dan permukaan water wall panel. Lapisan abu yang semakin tebal akan mengurangi efisiensi pembakaran.
Oleh karena itu perlu dilakukan pembersihan secara rutin dengan mempergunakan alat yang bernama sootblower. Pembersihan elemen-elemen superheaters mempergunakan steam sootblower, sedangkan water sootblower dipergunakan untuk membersihkan water wall panel.
Coal and Ash Handling adalah bagian tak terpisahkan dari PLTU. Peralatan paling dominan dari coal handling system ini adalah belt conveyor. Conveyor tersebut berfungsi untuk mengangkut batu bara dari unloader port ke coal storage yard, dan dari storage yard ke boiler house.
Sementara dalam ash handling system, pengangkutan debu batu bara dilakukan melalui sistem perpipaan dibantu dengan udara bertekanan. Bisa juga dilakukan secara manual menggunakan dump truck.
System terakhir dari PLTU yang akan saya tulis adalah Balance of Plant. Balance of Plant ini terdiri dari beberapa sub sistem, di mana yang paling penting adalah =
-  Condenser system
-  Feedwater system
-  Water Treatment Plant
-  Cooling Tower
Setelah selesai memutar turbine, uap dibuang ke condenser yang posisinya tepat berada di bawah LP Turbine. Di dalam condenser uap tersebut diubah menjadi air untuk dipompakan kembali ke dalam boiler.
Condenser memerlukan air pendingin untk mengubah uap menjadi air. Beberapa PLTU memanfaatkan air laut sebagai pendingin condenser, sementara PLTU yang lain mempergunakan cooling tower untuk mendinginkan air condenser yang diputar terus menerus dalam sistem tertutup (closed loop).
Condenser system terdiri dari beberapa peralatan utama, yaitu condenser itu sendiri, condenser tube cleaning system, condenser vaccum system dan condensate pump. Condenser vaccum system berfungsi untuk menjaga agar tekanan di dalam condenser selalu lebih kecil dari tekanan atmosfer. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan plant efficiency dari PLTU.
Water Treatment plant berfungsi untuk memproduksi semua kebutuhan air bagi operasional PLTU. Pada dasarnya ada 2 jenis air yang dibutuhkan PLTU. Yang pertama adalah demineralized water (demin water) untuk mensuplai boiler dalam memproduksi uap penggerak turbin. Disebut demineralized water karena air tersebut sudah dihilangkan kandungan mineralnya.
Yang kedua adalah raw water yang diperlukan untuk pendingin (cooling water) bagi mesin-mesin PLTU dan untuk dipergunakan sebagai service water.
Secara umum water treatment system PLTU terdiri dari desalination plant untuk memproses air laut atau air payau menjadi raw water, demineralized plant untuk memproduksi demin water dan tanki-tanki atau kolam penyimpanan air.
Sebagaimana saya tulis di muka, uap yang meninggalkan turbin masuk ke condenser untuk diubah kembali menjadi air. Air tersebut dipompa kembali masuk ke boiler untuk diproses menjadi superheated steam yang siap memutar turbin.
Jadi di sini terjadi closed-loop system. Air dan uap diolah terus menerus dalam sistem tertutup untuk menggerakkan turbin uap (steam turbine). Meskipun demikian tetap ada air atau uap yang hilang sebagai system loses dalam proses tersebut. Maka selama PLTU beroperasi selalu diperlukan penambahan demin water baru secara kontinyu.
Air yang dipompa masuk kembali ke dalam boiler biasa dikenal dengan nama boiler feedwater. Sistem yang mensuplai feedwater ini terdiri dari beberapa peralatan utama, yaitu :
-Feedwater pumps
-Feedwater tank yang dilengkapi dengan deaerator tank
-Feedwater heaters
Feedwater tank berfungsi untuk menampung feedwater sebelum dipompa masuk ke boiler oleh feedwater pumps. Pada PLTU berkapasitas kecil, pompa feedwater digerakkan oleh motor listrik, sedangkan pada PLTU berkapasitas besar mempergunakan turbin uap mini.
Untuk meningkatkan efisiensi PLTU, sebelum dipompa masuk ke boiler, feedwater harus dipanaskan terlebih dahulu hingga mencapai suhu tertentu. Pemanasan tersebut dilakukan dengan heater (heat exchanger), yang berlangsung secara konduksi dengan memanfaatkan uap panas yang diambil (diektraksi) dari turbin. Jadi selain diteruskan ke condenser, ada sejumlah kecil uap dari turbin yang diambil untuk memanaskan feedwater heater.